Tentang Ketetapan

Tentang Ketetapan

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Sejak aku hidup hingga hari ini, aku tidak pernah gusar tentang siapa teman hidupku kelak.

Bagiku semuanya sederhana; sejak semesta belum dicipta, Allah telah menuliskan namanya dalam sejarah panjang hidup dan matiku di Lauhul Mahfuz itu. Seperti apapun jalan ceritanya, pastikan akhirnya adalah rasa syukur.

Karena bagaimanapun manusia berencana hingga memaksakan keinginan, Dia adalah yang paling tahu; ada seseorang yang telah tepat dan tetap dipersiapkanNya untuk dipertemukan denganku dan saling menerima ketidaksempurnaan —dan manusia itu sama sekali tidak akan tertukar sosoknya dengan yang lain.

Tapi tentu saja, akupun punya do’a-do’a yang kurapal pada-Nya. Berkali-kali dalam tiap sujud yang tersembunyi. Hanya aku dan Dia yang tahu rapal do’a itu. Do’a yang selalu sama sejak bertahun-tahun silam. Jauh sebelum aku mengenal keberadaan seseorang itu. Do’a yang tanpa nama.

Kutengadahkan hati pada langit dan kupercaya Dia mendengar; bahwa aku ingin dipertemukan dengan seseorang yang teguh hatinya bagaimanapun hidup membawanya terombang-ambing, seseorang yang lembut tutur katanya hingga amarahnya pun adalah senyum atau diam, seseorang yang kelak mengajakku berkeliling di bumi-Nya, menoreh jutaan cerita dan berbagi kasih sayang untuk semesta alam, hanya dalam ikatan paling suci yang menggetarkan pintu-pintu langit: Pernikahan.

Kumohonkan semoga Allah berbaik hati mempertemukanku dengan seseorang bisa menjadi bagian dari keluargaku seutuhnya. Keluarganya mencintaiku dan keluargaku mencintainya.

Sehingga apabila suatu ketika kami menjadi dua anak manusia yang sedemikian egois, kami perlu ingat bahwa ada dua keluarga yang saling mencintai. Ada perjanjian agung yang tidak boleh digoyahkan oleh siapapun atau rasa khawatir apapun. Karena pernikahan adalah ketetapan dan ketepatan; siapapun yang hatinya berat menyaksikan kabar baik itu, hatinya telah berat pada janji-janji dan hak Tuhannya.

Dan ternyata, seseorang dalam rapal do’a-do’aku kini punya nama.
Seseorang yang kumohon pada Tuhanku ternyata benar telah diciptakan-Nya. Allah Maha Baik. Yang berjarak jauh, kemudian didekatkannya.
Seseorang itu adalah dia.

Atas nama Allah, izinkan perjalanan ini dimulai pelan-pelan.
Beribu doa baik kami hantarkan.

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Hello! Thankyou for visiting our page! Hit me up through Instagram too @gita.prayitno or send me some mails to hellogita@kulawarga.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *