Stride, Tentang Resolusi 2020

Stride, Tentang Resolusi 2020

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Akhir tahun. Selalu saja soal evaluasi dan resolusi di lembar yang baru. Aku pun menjadi ingat bagaimana beberapa tahun lalu selalu rutin membuat judul baru untuk sebuah perjalanan tahun.

Semua itu dimulai pada tahun 2015 saat itu aku membuat judul Rebirth untuk sebuah momentum kelahiran kembali usai berkubang dalam gelap dan kesendirian. Kembali bangkit meski harus tertatih dan perlahan-lahan. Tidak ada yang mudah.

Kemudian di tahun-tahun selanjutnya aku terus membuat goals yang bisa membuatku terus untuk fokus mengejar mimpi besar.

Berbagai macam judul tahunan aku buat. Beberapa diantaranya yang aku ingat adalah Arise dan Leap of Faith. Judul-judul itu kerap kali berdasarkan pada momen yang terjadi di tahun sebelumnya kemudian harapan yang akan dicapai pada tahun berikutnya.

Sayangnya, kebiasaan ini berhenti pada tahun 2019. Aku tidak lagi membuat judul, meski tetap membuat goals untuk 2019. Namun hasilnya memang cenderung tidak memuaskan. Walaupun target terbesar pada tahun 2019, menikah, sudah tercapai.

Target tahun ini sejatinya lebih fokus pada mengembangkan TEKNOIA Creative. Tujuannya memang satu, yakni bisa survive dan memiliki bisnis yang berjalan untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi memang membangun bisnis tidaklah mudah. Ada kualitas pribadi yang harus terus ditingkatkan. Bukan hanya tentang pengetahuan berbisnis dan manajemen perusahaan.

Itu mengapa pada tahun 2020 resolusi yang dibangun lebih banyak tentang bagaimana menciptakan kebiasaan baik untuk lebih meningkatkan kualitas pribadi. Karena aku yakin, untuk bisa memanajemen perusahaan, perlu dimulai dengan mampu memanajemen diri dengan baik.

Nah, untuk itu ada mantra yang selalu kuingat. Begini bunyinya:

Focus on the system. Not the goals. 
Set the goals then forget about it. Focus on the system. 

Here's my system, Get better each day. 
Happiness is not when I reach the goal, 
happiness lies in every moment of life. 
At any moment on the present. 

Remember that the system will push the game further. 
Not stopping after the goals reached.  
The problems are on the system not in us. 
Behind system of action there is system of beliefs. 

I have to remember my Identity: 
Gorgeous mind, charismatic and generous being. A whale

Being a reader, being a giver, being protector, being achiever. 

Bad identity would grow as a curse. 
Stop depreciating a set good of identity. 
Continuous editing identity. 
Better and better. 
Learn, unlearn, learn, unlearn, learn.  

Kalimat-kalimat ini terrulis dalam buku Atomic Habit karya James Clear yang menjelaskan lebih simpel tentang bagaimana membangun sebuah kebiasaan. Nanti akan ada ulasan khusus tentang buku ini jelang akhir tahun.

Memang, sejauh ini aku belum berhasil menerapkan kebiasaan dengan konsisten. Namun kata-kata yang dia sebut di atas ketika ditulis dan diucapkan benar-benar, aku percaya akan memberikan dampak baik di alam bawah sadar. Sebab kebiasaan yang kita lakukan akan menyatu dalam goals dan sistem yang lebih besar. Dan kita harus fokus pada sistem tersebut.

Fokus pada sistem artinya aku harus fokus pada langkah-langkah otomatis yang saling terhubung dan terintegrasi. Tidak mudah memang membuat sistem yang seperti ini. Tapi setidaknya bisa dirancang dan dicoba setiap tahun.

Contoh sistemnya adalah dengan membuat tahap-tahap praktis dalam skala harian atau bulanan untuk mencapai target yang lebih besar. Misalnya, aku dan Gita menargetkan agar Kulawarga bisa mencapai jumlah pos tertentu pada akhir tahun 2020. Maka yang perlu dilakukan adalah kami harus bisa posting secara rutin setiap minggu dalam jumlah tertentu.

Ini yang juga disebut dengan atomic habit, yakni membangun habit hingga sampai ke titik terkecil. Atomic, kata James Clear.

Begitu juga soal pencapaian. Pencapaian hanyalah milestone dan bukan tujuan. Sehingga jika pencapaian yang telah ditentukan telah tercapai, maka tidak boleh berhenti dan harus terus berjalan. Menentukan capaian-capaian yang lebih jauh dari sebelumnya.

Dengan mengingat identitas juga akan membuat kita selalu merasa ada kewajiban untuk membangun karakter dari habit yang dibangun. Aku ingin sekali menjadi pribadi dengan karakter gorgeous in mind, charismatic, dan generous. Layaknya seekor paus yang berenang menakjubkan di laut lepas dengan hatinya yang besar.

Itu sebabnya, untuk membangun karakter yang ideal harus bisa membangun kebiasaan, sekaligus berani untuk merombak kebiasaan-kebiasaan buruk. Sebagai bagian dari unlearning.

Menarik ketika memahami bahwa unlearn juga merupakan salah satu kemampuan belajar yang penting.

Sehingga tidak melulu ngotot untuk menggunakan metode lama yang sebenarnya sudah usang meski dahulu efektif, namun berani untuk menggunakan cara baru yang mungkin benar-benar berbeda atau bahkan sejatinya bukan cara yang baru namun cocok dengan konteks saat ini.

Lalu inilah beberapa resolusi 2020 itu.

Judul 2020: Stride (berjalan)

Theme music: James Everingham – Progress

boleh play dulu.

1. Tulis buku selesai bulan Maret 2020
2. Baca 12 buku selesai bulan Juni 2020
3. teknoia.com 20 stories published selesai bulan April 2020
4. Kulawarga.id 10 post selesai bulan April 2020
5. Tulis buku 2 selesai bulan Agustus 2020
6. CFCC 1 terlaksana Februari 2020
7. CFCC 2 terlaksana April 2020
8. CFCC 3 terlaksana Juni 2020
9. CFCC 4 terlaksana Agustus 2020
10. CFCC 5 terlaksana Oktober 2020
11. CFCC 6 terlaksana Desember 2020
12. teknoia.com 100 stories published selesai bulan Desember 2020
13. Kulawarga.id 60 post selesai bulan Desember 2020


Ini adalah beberapa resolusi tahun 2020 yang secara umum harus bisa tercapai. Beberapa target memang tidak kongkrit bentuknya, namun ada batas waktu jelasnya. Pun jika tercapai melebihi batas waktu yang ditentukan, bukan berarti aku gagal, tapi itu memang belum saatnya.

Sebagaimana dijelaskan di atas, yang terpenting adalah menjalani sistem, dan bukan mencapai goals dalam waktu yang kaku. Bisa saja lebih cepat bisa saja lebih lambat.

Nah, bagaimana dengan resolusi 2020 mu?
Boleh dong share singkat di kolom komentar.

Terima kasih telah membaca.
Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *