Pergantian Tahun, Sebuah Konspirasi Semesta

Pergantian Tahun, Sebuah Konspirasi Semesta

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Tidak terasa, perjalanan itu begitu cepat. Tidak ada yang bisa menyangka prosesnya begitu mantab. Langkah ini seperti terdorong sesuatu yang begitu kuat. Meski jalan di depan masih begitu gelap, segelap malam jelang terbit sang fajar.

Aku tidak pernah tahu seperti apa terbitnya fajar di tahun yang baru. Tapi ada satu hal yang aku tahu, dia bersedia untuk merumuskan rencana perjalanan kami bersama-sama. Kala itu kami menentukan dimana titik-titik momen penting itu akan terjadi.

Tidak ingat secara pasti seperti apa rencana itu. Aku pun kesulitan untuk menemukan catatannya ada di mana. Biasanya aku menyimpannya secara daring di Evernote-ku. Tapi sepertinya catatan rencana 2019 itu aku tulis di secarik kertas. Wajar jika aku luput menyimpannya.

Menyimpan hal penting secara baik sepertinya menjadi kemampuan yang harus aku pelajari ke depan.

April, aku ingat betul bahwa di bulan kelahiranku itu kami memutuskan untuk menjadi jadwal terjadinya khitbah. Tahap pertama dari proses sakral yang akan menyelimuti keluarga kami berdua.

Ah, entah apa yang aku pikirkan kala itu. Bismillah saja sepertinya selalu seperti itu.

Ada banyak hal yang telah terjadi di tahun 2018. Benar-benar banyak hal. Naik dan turun. Ekstrim seperti roller coaster yang tidak teratur jalur lajunya. Mengerikan, bila dipikirkan kembali. Tapi mungkin memang seperti itulah jalannya.

Kita jelas tidak akan pernah tahu apa yang bakal dirasakan saat wahana itu terjun bebas. Kita hanya bisa melihatnya dari kejauhan dengan mendengar jeritan-jeritan.

Ngeri? Mungkin. Itulah yang sering dirasakan ketika ingin mengambil keputusan besar. Teman-teman, rekan kerja, bahkan sahabat juga mengatakan hal yang sama.

Tapi kita jelas tidak akan pernah tahu seperti apa rasanya sebelum mencobanya langsung. Masuk ke sebuah ruangan yang kita tidak pernah tahu seperti apa bentuknya. Tapi kita punya keyakinan dan duduk untuk menyaksikan dan merasakan.

Semua itu jelas adalah momen penentuan. Take it or leave it. Sebuah pernyataan ultimatum yang sering kali mendesak kita untuk segera memutuskan.

Niatan akhirnya disampaikan kepada orang tua. Papa dan mamaku, menimbang. Entah bagaimana langsung menanggapinya dengan serius. Apa yang berbeda, aku tidak tahu.

Rencana ternyata tinggal rencana. Tanpa disangka, orang tua sepakat untuk mempercepat prosesnya. Khitbah bisa terjadi pada akhir bulan Januari 2019. Itu artinya dari pergantian tahun hingga momen pertama, hanya ada persiapan tiga minggu.

Kelabakan? Tentu saja. Orang tua Gita langsung menanggapi keluarga kami. Memberi kepastian bahwa kami akan disambut dan diterima niat kedatangan.

Papa mulanya ada kekhawatiran denganku soal apakah keluarga Lampung benar-benar sudah mau menerima. Jangan sampai keluarga Malang tiba ke sana namun ternyata niat baik tidak bersambut. Sebuah kekhawatiran yang sebenarnya terjadi akibat pengalaman salah seorang kerabat keluarga yang pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan seperti itu saat khitbah.

Ya, khitbah memang tidak menentukan apapun. Lamaran hanyalah penyampaian maksud dan dari pihak perempuan merupakan batas untuk tidak menerima pinangan pihak pria lain selain yang sudah melamar.

Hanya ada keyakinan. Sekali lagi pengalaman ini adalah pengalaman keimanan. Sungguh suatu ujian keimanan, apabila kegagalan menghampiri apakah aku masih bisa menerimanya dengan lapang dada. Tanpa amarah, tanpa kekecewaan pada yang Maha Pemilik Takdir.

Dan takdir rupanya memberikan jalan akhir Januari itu. Acara berjalan lancar dengan perencanaan akad nikah bisa terjadi sebelum bulan Ramadhan, tepatnya di bulan April.

Dalam hati, ada apa dengan semesta ini. Konspirasi apa yang mereka lakukan padaku. Konspirasi indah atau konspirasi jahat? Aku hanya bisa menyaksikan

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *