Tentang Mimpi Bersama dan Lahirnya Kulawarga

Tentang Mimpi Bersama dan Lahirnya Kulawarga

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Aku ingat, kala itu kami berada di satu kendaraan sedang menuju stasiun di kota Depok. Kami berbincang tentang momen yang akan datang itu. Momen yang tidak pernah terbayangkan akan datang secepat itu. Pernikahan yang akan berlangsung kurang dari tiga bulan lagi.

Ada banyak hal yang kami perbincangkan. Tapi sebagaimana dua insan yang akan menjadi satu dalam sebuah kapal rumah tangga, perbincangan yang wajib dibicarakan adalah tentang visi. Mulanya Gita memiliki visi yang jauh dari jangkauanku, keinginan-keinginan besarnya dan juga hal-hal ideal yang harus bisa dipenuhi bila aku bersamanya kelak.

Di antara banyak sekali perbincangan visi, salah satu yang aku ingat adalah kami berbicara tentang bagaimana keluarga ini harus memiliki satu nama yang sama. Gita setuju, akupun setuju. Kami sama-sama ingin memiliki universe keluarga. Sesuatu yang akan menjadi tema besar dalam rumah tangga.

Kami saat itu tidak memiliki ide seperti apa bentuk ataupun namanya. Tapi hal paling sederhana yang terlintas kala itu adalah bagaimana kami bisa mengundang para undangan secara digital melalui sebuah laman situs. Gita sangat ingin pernikahan kami tidak banyak berkontribusi pada kerusakan lingkungan, maka undangan digital adalah solusinya.

Aku menyanggupinya, aku bahkan menawarkannya sebuah undangan digital yang tidak hanya digunakan sekali saja, tetapi harus bisa digunakan secara terus menerus. Selain itu harus pula bermanfaat untuk orang lain sebagaimana visi kami berdua yang memang ingin membuat keluarga ini lebih dari sekadar tentang kami berdua atau keluarga sendiri.

Tidak lama setelah momen itu, kami mencari nama yang tepat. Melakukan riset layaknya membangun sebuah brand. Mencari nama, mencari arti kata, mendaftar kemungkinan-kemungkinan universe yang ada. Singkat cerita sebuah domain baru akhirnyta terbeli. Kulawarga.id.

Kulawarga atau kula, varga berasal dari bahasa sansekerta yang artinya adalah keluarga. Tidak jauh berbeda memang dengan bahasa Indonesia, namun nama itu cukup ikonik dan mudah dikenali secara prinsip brand.

Mengapa sansekerta? Aku dan Gita memang sedikit banyak menyenangi bahasa-bahasa asing terutama sansekerta dan latin.

Dari lahirnya Kulawarga, kami kemudian membuat situs untuk undangan digital. Sampai hari pernikahan, Kulawarga sejatinya tidak memiliki pandangan yang jelas tentang masa depan. Sebab kami hanya memfungsikannya sebagai sebuah situs undangan.

Nah, seperti apa Kulawarga saat ini dan visi ke depan? Simak terus kisahnya ya.

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *