Mata Aeru to Iina

Mata Aeru to Iina

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Aku berharap kita akan berjumpa lagi また会える(あえる)といいな. Kalimat ini aku dengar dari salah satu anime yang dulu sering aku dengar. Kata-kata yang diucapkan oleh seorang sahabat untuk sahabat lainnya. Dan aku mengucapkannya untuknya. Untuk Gita berulang kali sejak aku mengenalnya dan juga sahabat-sahabat lain.

Tapi mungkin ada kehendak lain. Meski berulang kali terucap, tidak sedikitpun perpisahan terjadi. Jarak pun seakan hanya membatasi fisik. Perbincangan dan diskusi hanya tertidur sesaat. Tak lama kemudian semuanya kembali seperti semula.

Pun aku ingat, kalimat ini terakhir kali aku ucapkan di bulan September tahun lalu. Bulan itu menjadi bulan perpisahan dua hal sekaligus. Perpisahan dengan keluarga itu dan perpisahan dengan pekerjaanku sebagai jurnalis. Jalan hidup kembali menjadi gelap. Aku ingat aku menyelesaikannya dalam keadaan senja. Senja terakhir yang tidak akan pernah aku lupakan.

Sesuatu yang berkesan seperti sebuah perantauan. Tentang perjalanan pergi, untuk kembali lagi berkumpul sejenak.

Aku bukan orang yang suka memutuskan silaturahim, bahkan meski aku dilukai sekalipun. Bodohnya adalah aku masih ingin bertemu dengan mereka. Sayangnya kesempatan itu kerap kali belum ada, belum lagi mereka sulit untuk dihubungi kembali. Terkadang aku berpikir apakah ada yang salah denganku sampai harus menyakiti kemudian menghilang.

Tapi yang jelas doa itu selalu tercurah. Mata Aeruto Iina sepertinya ungkapan yang begitu kuat, sampai jumpa lagi. Dan sering kali aku menambahkan kata-kata “di puncak kesuksesan”. Karena aku percaya kita berpisah ruang dan jalan hanya untuk kembali bertemu dengan karya terhebat masing-masing.

Lewat tulisan ini mungkin aku juga ingin menyapa, hei apa kabar dirimu kawan? Ayo kira berkumpul lagi dan berbicara banyak hal. Melakukan kebaikan-kebaikan bersama seperti yang dulu pernah kita bicarakan.

Apa kabar dirimu yang dulu pernah ingin menjadi pengusaha sukses. Aku meneladanimu, hingga dirimu menghilang tanpa kabar.

Apa kabar dirimu yang dulu pernah ingin menjadi desainer fesyen yang sukses. Aku tetap menunggu kabar-kabar prestasimu suatu saat nanti. Jaga baik-baik alat-alat itu.

Apa kabar dirimu, yang dulu pernah mengajakku naik gunung bersama-sama. Aku selalu menantikan momen untuk kita bisa bersama memuncaki gunung dan bersujud menyaksikan kebesaran ciptaanNya.

Apa kabar dirimu, yang dulu pernah bercita-cita untuk sekolah ke luar negeri. Berkeliling dunia dan kembali bercerita tentang keberagaman dan kebaikan.

Aku berdoa untuk kalian semua, agar cita-cita itu selalu menjadi bahan bakar yang terus membuat kalian menjadi hebat. Bergerak menuju jalan yang semoga bisa mempertemukan kita lagi. Entah di persimpangan yang mana.

Dan untukmu istriku, semoga kita bisa selalu bersama dalam keluarga yang bisa bersilaturahim dengan orang-orang baik dan kebaikan-kebaikan.

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *