6 Langkah Mudah Memulai Hidup Minim Sampah

6 Langkah Mudah Memulai Hidup Minim Sampah

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Sampah merupakan masalah yang dialami oleh peradaban manusia. Sebab semakin maju peraban saat ini ternyata masalah sampah bukan semakin sedikit tetapi semakin meningkat. Itu mengapa kita seharusnya mampu untuk menyelesaikan masalah sampah dimulai dari diri sendiri.

Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat didunia menghasilkan 175.000 ton sampah setiap harinya. Sayangnya 81 persen dari sampah tersebut tidak terpilah dan tidak dikelola dengan baik. Akibatnya sampah menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Mulai dari mencemari tanah, sungai, hingga lautan.

Bagi kamu yang menyadari permasalahan sampah tentu akan berpikir keras dan ingin mengubah pola berperilaku agar bisa mengurangi sampah yang dihasilkan setiap hari. Supaya tidak lagi berkontribusi pada kerusakan alam, dan tidak lagi menumpuk sampah yang berbahaya.

Namun pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana ya caranya?

Nah, kali ini saya ingin mengajak kamu untuk mengetahui bagaimana cara untuk memulai hidup minim sampah.

Cara-cara ini adalah cara yang paling sederhana untuk bisa dilakukan oleh siapapun untuk memulai hidup minim sampah. Jadi panduan ini setidaknya bisa menggambarkan bagaimana kamu bisa memulai hidup yang baru tanpa mencemari lingkungan.

Apa saja caranya? Simak ulasannya di sini.

1. Temukan alasan yang kuat. Tentukan Why kamu harus mulai hidup minim sampah.

Alasan untuk hidup minim sampah tidak harus berdasarkan data seperti di atas. Data memang meyakinkan tetapi kamu juga perlu untuk menentukan alasan pribadi jika ingin mengubah gaya hidup yang lebih baik.

Misalnya, seperti saya. Saya menyadari kalau hidup minim sampah adalah cara yang paling mudah untuk mencintai alam. Saya senang dengan tumbuh-tumbuhan dan fauna. Sehingga saya tidak ingin melihat semua itu mati dan menderita karena sampah yang saya timbulkan.

Kamu pun juga harus seperti saya, temukan alasan pribadi yang kuat. Satu orang dengan orang yang lain bisa jadi berbeda. Kalaupun sama juga tidak apa-apa, tapi kamu perlu catat, kamu harus benar-benar berkomitmen dengan alasan why kamu harus berubah.

2. Identifikasi masalah sampah di rumah atau tempat tinggal

Setelah kamu punya komitmen yang bulat berangkat dari alasan yang kuat, kamu bisa mulai untuk mengidentifikasi maslaah sampah yang kamu temukan di rumah atau tempat tinggal. Tidak melulu harus di rumah kok, kamu bisa melihat masalah sampah di sekitarmu di apartemen, ataupun di kos dan asrama.

Pokoknya kamu cari masalah sampah yang kamu bisa temukan di ruang yang kamu bisa kendalikan. Jangan merecoki masalah sampah tetangga atau sampah apartemenmu dulu. Fokus dulu di ruang lingkup kamu. Karena jika kamu memperhatikan sampah di luar jangkauanmu, kamu bisa jadi akan malah patah semangat karena tidak selalu masalah sampah di luar kuasamu bisa diubah perilakunya.

Apa yang bisa dilihat dari masalah sampah di rumah? Lihat dari makanan dan minuman yang kamu konsumsi. Bagaimana makanan yang kamu makan? Kamu makan menggunakan kemasan, kertas plastik, kantong plastik, kotak minum, botol minum, dan sebagainya.

Kamu identifikasi itu semua. Catat apa masalahnya.

Selanjutnya kamu bisa lihat juga dari barang-barang kebersihan diri. Misalnya sabun, shampo, alat cukur, pembersih muka, perawatan tubuh, dan sebagainya.

Identifikasi juga semua kebutuhan kebersihan dirimu itu. Catat apa masalahnya.

Kalau sudah dicatat dan diidentifikasi, kamu bisa beranjak ke tahap selanjutnya.

3. Prioritaskan yang bisa kamu ubah

Tidak semua sampah yang masalah yang kamu catat bisa kamu ubah dalam sekejap. Kamu tidak akan bisa melakukannya karena mengubah perilaku keseharian itu tidak mudah dan harus dimulai dari yang paling sederhana.

Jadi kamu harus prioritaskan mana yang kamu bisa lakukan dan merasa nyaman untuk mengubah kebiasaan itu.

Misalnya, kamu memilih untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik saat membeli makanan. Kebiasaan ini tentu belum bisa diikuti oleh teman-teman lain yang kesulitan untuk mengganti kantong sampah dengan kantong lain. Mungkin karena alasan tidak memiliki tas khusus, atau karena alasan kepraktisan.

Sehingga kebiasaan minim sampah yang dilakukan bisa dilakukan dalam bentuk yang lain. Seperti membeli barang-barang perawatan diri dengan kemasan yang paling besar. Tapi membeli barang dengan kemasan paling besar belum tentu bisa diikuti oleh mereka yang punya keterbatasan finansial.

Nah, kelihatan kan bahwa setiap orang punya kondisi dan prioritasnya masing-masing. Dan tentu saja punya kebiasaan dan tingkat kenyamanannya masing-masing.

Intinya, kamu harus prioritaskan perubahan gaya hidup minim sampah bagian mana yang harus diubah. Tidak perlu semuanya, dan tentukan dari yang paling mudah untuk dilakukan.

4. Lakukan segera, jangan ditunda

Setelah kamu tahu prioritas gaya hidup minim sampah mana yang ingin kamu lakukan. Kamu harus melakukannya segera. Jangan pernah menundanya.

Tidak ada kata “besok mulai”, atau “nanti dulu deh.”

Tidak ada.

Kamu wajib untuk melakukannya segera. Saat ini juga, kalau bisa kamu melakukannya saat membaca artikel ini. Kalau kamu melihat ada makanan tersisa di meja kamu saat ini. Makan segera, habiskan dan jangan kamu tunda untuk diselesaikan. Tentu kamu harus lihat juga ya apakah makanan sisa itu masih layak makan atau tidak.

Jangan pernah menunda sebuah komitmen. Karena komitmen itu membutuhkan momentum. Dan momentum itu membutuhkan langkah awal.

Bila kamu ingin memiliki dampak pada pelestarian bumi, kamu harus memulainya dari langkah awal. Dan langkah mengubah gaya hidup minim sampah dari yang paling sederhana inilah yang bisa kamu lakukan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda. Sebab bumi juga akan terus terluka kalau kamu tidak mau untuk berubah.

5. Jangan dengarkan komentar orang. Tapi terus lakukan pendekatan untuk mengajak orang lain.

Gimana? Sudah meminimalisir sampah? Good.

Sekarang ketika kamu sudah berusaha menjalani hidup dengan sampah yang minimal. Komentar orang lain akan muncul. Tentu komentar tersebut bermacam-macam bentuknya. Termasuk komentar yang akan mendiskreditkan visi dan misimu tentang perilaku minim sampah dan melindungi kelestarian alam.

Tapi tidak perlu khawatir, kamu tidak perlu mendengarkan komentar orang lain tentang niatan yang kamu sedang jalani. Tapi untuk membuat kebiasaan minim sampah ini memiliki dampak yang lebih besar, kamu perlu untuk membuat pendekatan yang bisa diterima orang lain.

Kamu harus terus menerus mengajak orang lain untk juga terus mengikuti ide yang kamu bawa. Bahwa hidup minim sampah itu baik untuk lingkungan.

6. Terakhir, carilah teman seperjuangan

Mengubah kebiasaan dari hal kecil dan yang bisa dilakukan saat ini bukanlah hal yang mudah. Sehingga kamu perlu untuk bergabung dan mencari teman-teman yang memiliki semangat yang sama dalam pelestarian alam.

Karena dengan mencari teman kamu akan merasa bersama-sama, tidak sendirian dan tidak juga kesepian. Ide, value, dan semangat untuk melestarikan bumi menjadi semakin kuat dan meluas jika kamu menemukan teman seperjuangan.

Seperti jika kamu bergabung ke organisasi pecinta alam misalnya. Atau kamu bergabung ke organisasi konservasi atau bahkan organisasi penelitian tentang ekosistem. Ada banyak sekali organisasi, komunitas dan perkumpulan yang membahas tentang isu sampah. Jadi kamu tidak perlu untuk khawatir tidak memiliki teman seperjuangan.

Katakan saja, kalau kamu sudah melakukan gaya hidup mini sampah. Lalu ajak teman-teman yang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan bersama-sama apa yang awalnya dilakukan dengan sederhana bisa menjadi sebuah gagasan besar yang bisa dilihat oleh orang lain. Perubahan yang akan bisa melindungi bumi dan seluruh isinya.


Kira-kira seperti itu ya temen-temen. Jadi setidaknya ada enam cara yang mudah untuk kamu lakukan jika ingin hidup minim sampah. Kamu harus melakukan hal-hal di atas dengan runut jika memang ingin memiliki dampak yang berkelanjutan. Jangan sampai kamu mengabaikan salah satu karena dianggap tidak praktis dan menyulitkan.

Selamat mengubah gaya hidup minim sampah ya!

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Hello! Thankyou for visiting our page! Hit me up through Instagram too @gita.prayitno or send me some mails to hellogita@kulawarga.id

4 comments

    • Halo! Terima kasih ya sudah membaca artikel di Kulawarga… Semangat ya! Menerapkan pola hidup minim sampah memang nggak mudah, tapi kita bisa mulai dari hal-hal sederhana 🙂

  1. swastika says:

    Aku merasa bersalah kalau pesan makanan via gofood/grab food karena sampah kemasannya banyak banget, ada kotaknya, ada plastik untuk tiap lauk dan ada plastik kreseknya. Kadang masih dikasih sendok-garpu plastik meskipun aku sudah request tanpa sendok plastik. Huhuhu…

    • Sejak menerapkan pola hidup minim sampah, jujur aku dan Bagus jadi mikir berulang kali untuk jajan, mencoba memastikan gimana caranya kita bisa minimalisir bungkus plastiknya. Iyasih, ngegofood jadi tantangan banget. Dulu waktu masih jadi anak kos, berulang kali bilang jangan pakai sedotan atau sendok plastik tapi tetap saja dikasih. Mungkin bisa diakali kalau sendok plastik dicuci dan dipakai lagi. Begitu juga plastik bagian luarnya, dimanfaatkan kalau nanti belanja ke warung dipakai ulang. Nggak apa-apa meski masih terus berjuang yaa! Jangan bosen request ke bapak gofood untuk minimalisir plastik XD Hehehe

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *