Kejutan-kejutan Kecil, Ketika Usia Bertambah

Kejutan-kejutan Kecil, Ketika Usia Bertambah

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Tidak terasa, kala itu usia telah bertambah. Seperti biasa, tidak ada hal yang spesial kecuali datang dari orang-orang terdekat. Aku pun tidak berharap banyak kala itu. Tetap menjalani rutinitas kerja dengan tekanan.

Orang baik yang kukenal kala itu memberiku kaktus untuk kupelihara. Sesuai amanahnya, aku pelihara kaktus itu sampai saat ini. Kaktus itu tumbuh baik dan menjadi sangat menarik dengan rambut-rambut putihnya yang tajam.

Sementara kala itu berlalu begitu saja tanpa ada hal yang cukup spesial.

Tapi beberapa hari kemudian tiba-tiba dia mengirimkan pesan, bertanya tentang sebuah alamat tempat tinggalku untuk mengirimkan sesuatu. Aku bertanya, barang apa itu? Dia tidak menjawab, begitu misterius. Awalnya aku bergeming untuk tidak memberi alamat. Tapi akhirnya aku mau memberinya alamat dengan syarat memberi tahukan apa yang ingin dia kirimkan. Dia menunjukkan sebuah bungkusan besar. Entah apa itu.

Pengiriman via ekspedisi reguler rasanya begitu lama. Aku tidak sabar untuk melihat apa isinya. Satu, dua hari berlalu. Tidak ada kabar. Hingga kemudian kolega kantor memanggilku untuk menerima paket.

Cukup besar bingkisan itu. Terbungkus warna coklat. Seperti sebuah pigora besar. Beserta beberapa kotak dan surat. Karena paket itu dikirimkan ke kantor, tidak jadi ke tempat tinggal, aku memutuskan untuk membukanya ketika sudah pulang kantor.

Seisi kantor bertanya padaku. Apa paket itu, paket yang cukup berbeda dibandingkan dengan paket-paket yang biasanya atas namaku yang biasanya berisi buku atau gadget elektronik. Aku hanya menjawab tidak tahu, seseorang mengirimkannya untukku secara mendadak.

Sesampai di tempat tinggal, aku tidak sabar untuk membuka paket itu. Bingkisan besar itu ternyata adalah sebuah kanvas berlukiskan seekor mamalia biru dengan titik-titik seperti bintang di tubuhnya. Semacam sebuah konstelasi. Ia bilang itu adalah sebuah lukisan konstelasi paus.

Sementara kotak lainnya, berisi bintang-bintang kertas dengan kapas-kapas lembut. Ada wewangian di dalamnya dengan tulisan “Stardust, gunakan hanya di kala darurat”. Sekotak debu bintang. Ah apa lagi ini.

Ada juga secarik kertas, aku tidak ingat apa isinya. Tapi sepertinya sebuah kata pengantar yang baik darinya. Dia bercerita kalau dirinya mulanya tidak berencana untuk mengirimkan hadiah itu. Tapi dia akhirnya menaklukkan perdebatan dalam dirinya dan mulai melukis. Itu adalah lukisan kilat yang dia buat dalam waktu singkat. Begitu juga dengan pernak-pernik lainnya yang juga ia buat dalam waktu singkat.

Aku bukan orang yang sangat berharap mendapatkan sesuatu dari orang lain. Tetapi seperti yang aku katakan di awal, aku sangat menghargai pemberian. Karena itu adalah pemberian yang sering kali diberikan dengan penuh pertimbangan dan pengorbanan. Sehingga aku harus menjaganya dan berterima kasih karena telah memberikan kejutan-kejutan kecil yang sangat berharga yang cukup menjadi pelipur lara akibat tekanan kata-kata yang aku terima lewat pesan singkat hampir setiap hari.

Kejutan kecil yang tidak disangka akan menjadi sesuatu yang besar di masa depan.

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *