Berbesar Hati, Kisah Tentang Seekor Paus

Berbesar Hati, Kisah Tentang Seekor Paus

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Di tengah malam di sebuah lokasi yang dingin, kami semua berkumpul kala itu. Perusahaan media itu mengajak kami untuk berkumpul tahunan sederhana di tempat yang nyaman.

Kegiatan hari itu telah selesai, sebagian kami beristirahat. Sementara aku, seperti biasa berusaha untuk menyaksikan langit. Menemani para bintang yang kala itu sayangnya tidak nampak karena terhalang awan kelabu.

Malam itu rintik-rintik percik air turun, sebuah pesan masuk lewat aplikasi hijau. Pemberi pesan yang sama saat beberapa waktu lalu melahirkan seekor paus. Dan menyebutku sebagai rumah berhati luas. Aku tidak tahu apa maksudnya kala itu.

Sementara malam yang dingin sembari menemani kawan mengobrol tentang pendakian gunung, dan perjalanan-perjalanan hebat lain aku menatap ponsel itu. Ada sebuah permintaan, menyanyilah.

Entah mengapa aku kemudian beranjak, ke lapangan tidak jauh dari sana kemudian berusaha bernyanyi meski harus menyontek. Lagu sendu yang mungkin erat dengan situasi malam itu, tentang mereka yang terabaikan, tentang bintang yang tidak lagi bersinar.

“One More Light”

Should’ve stayed. Were there signs I ignored?
Can I help you not to hurt anymore?
We saw brilliance when the world was asleep
There are things that we can have but can’t keep

If they say

Who cares if one more light goes out
In the sky of a million stars?
It flickers, flickers
Who cares when someone’s time runs out
If a moment is all we are?
Or quicker, quicker
Who cares if one more light goes out?
Well, I do

The reminders pull the floor from your feet
In the kitchen one more chair than you need
Oh
And you’re angry, and you should be, it’s not fair
Just ’cause you can’t see it, doesn’t mean it isn’t there

If they say

Who cares if one more light goes out
In the sky of a million stars?
It flickers, flickers
Who cares when someone’s time runs out
If a moment is all we are?
Or quicker, quicker
Who cares if one more light goes out?
Well, I do

Who cares if one more light goes out
In the sky of a million stars?
It flickers, flickers
Who cares when someone’s time runs out
If a moment is all we are?
Or quicker, quicker
Who cares if one more light goes out?
Well, I do
Well, I do

Setelahnya aku hanya tahu ia merespon dengan kata no, no, no. Entah mengapa. Ia tampaknya emosional. Kemudian aku berpesan padanya agar selalu bercahaya. Kemudian malam itu berakhir.

Aku kembali ke bilik tidur sembari memikirkan apa judul yang tepat untuk menjalani tahun 2018. Saat itu terpikirlah Reanimate. Kembali menghidupkan.

Entah apa yang dihidupkan. Keluasan hati layaknya paus?

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *