Ulasan Dokumenter David Attenborough: A Life on Our Planet

Ulasan Dokumenter David Attenborough: A Life on Our Planet

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

David Attenborough: A Life on Our Planet sebuah dokumenter ekslusif Netflix yang ditayangkan pada sekitar Oktober 2020. Namun karena saya dan Gita baru-baru ini punya akses Netflix, kami baru menonton dokumenter ini. Kesimpulan setelah menonton dokumenter ini adalah saya merasa penuh emosi. Saya bakal jelaskan kenapa.

Saya adalah orang yang sudah terbiasa untuk menonton film dokumenter. Bisa dibilang saya lebih memilih untuk menonton dokumenter daripada menonton film populer seperti drama, action, thriller atau horror. Saya sama sekali ga tertarik dengan film seperti itu. Nah, A Life on Our Planet adalah film yang awalnya kami kira bakal jadi tayangan dokumenter rutin saja di waktu luang. Tapi ternyata dokumenter ini lebih dari itu.

A Life on Our Planet bercerita tentang bumi dan makhluk hidup di dalamnya. Khas seperti dokumenter yang dinarasikan oleh David Attenborough beberapa dekade terakhir. Footage hewan-hewan liar adalah pemandangan yang jamak. Pengambilan gambar yang detil dan unik di alam liar, dan narasi yang dramatis.

Mengawali narasi dokumenter dengan bencana nuklir di Chernobyl, David bercerita tentang dampak dari kesalahan manusia. Akibatnya kota Chernobyl harus dievakuasi dan dikosongkan selamanya.

David Attenborough A Life on Our Planet
David Attenborough: A Life on Our Planet/Imdb.com

Sebenarnya secara teknik, tidak ada yang baru dari dokumenter ini. David juga seperti biasa menulis narasi yang epik sesuai dengan tema. Satu hal yang membuatku penuh emosi adalah ternyata dokumenter ini ibarat sebuah manifesto biopik pengabdian David untuk kebelangsungan bumi dan alam.

Untuk pertama kalinya David menyebutkan usianya, 93 tahun di dokumenter ini (lahir 8 Mei 1926). Dan di momen itulah saya menyadari, dokumenter ini adalah projek penting yang mungkin menjadi puncak atau akhir karir dari David. Mengingat usianya yang sudah sangat senja, tapi masih terus berjuang untuk bercerita bagaimana hebatnya bumi dan isinya.

Tentang David Attenborough

Cerita sedikit tentang David, di dokumenter ini pula David menunjukakn bahwa dirinya sudah menjadi penjelajah bumi sejak usia belia. Di usia 20an dirinya sudah banyak melsayakan ekspedisi untuk tayangan program TV di BBC untuk membuka banyak pengetahuan tentang budaya, keanekaragaman hayati dan bumi.

David masih menyaksikan bagaimana berbagai hutan di belahan bumi hijau dan lestari. Dia menemukan banyak hewan-hewan eksotis yang hidup aman di hutan dan habitatnya. Tapi usianya yang panjang juga membuatnya menyaksikan perubahan drastis dari pemandangan indah itu.

Bayangkan hingga lima dekade lebih David menyaksikan dampak perubahan iklim dan eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab. Spesies yang punah, lautan yang tercemar dan mati. Semua David saksikan bersama timnya selama membuat berbagai dokumenter hebat.

Di A Life on Our Planet, saya menangkap bagaimana David seperti menyampaikan curahan hatinya. Ada gurat kesedihan yang dalam dari caranya memberikan narasi dan ekspresi wajahnya. Berbeda dengan dokumenter biasanya yang hanya menampilkan narasi suara David.

Saya tidak terbayang bagaimana rasanya harus menyaksikan semua yang terjadi di bumi. Seperti melihat seorang anak tumbuh sejak kecil hingga dewasa namun melihatnya sakit dan sekarat. Kenangan-kenangan indah bercampur dengan rasa sakit dan kesedihan.

Dalam satu scene David terlihat sedang diwawancarai di event World Economic Forum. Pada bincang itu, penanya berkata pada David, “Di usia ini Anda bahkan tetap terus berjuang untuk isu ini”. David meresponya dengan scene yang berbeda. Dia hanya menjawab, “saya tidak pernah membayangkan harus terlibat dan berjuang untuk isu ini karena saya tidak pernah membayangkan bahwa hal ini (kerusakan lingkungan dan alam) bisa terjadi”

Di even yang sama David berpidato tentang bagaimana The Garden of Eden is no More, taman Eden tidak akan pernah ada lagi. Sebuah pernyataan yang begitu dalam dan serius.

A Life on Our Planet adalah dokumenter yang cukup panjang, sekitar 70 menit tapi terasa begitu singkat buatku. Saya begitu senang melihat bagaimana kekayaan alam dan diversitas makhluk di bumi meski harus melihat kerusakannya juga.

Dokumenter yang Tetap Optimis

Menariknya, tidak seperti dokumenter-dokumenter provokatif di Youtube. David adalah sosok yang bijak dan optimis. Di sesi akhir dokumenter ini David juga menyampaikan bahwa masih ada peluang bagi kita umat manusia untuk hidup berdampingan dengan alam jika ingin menghindari bencana di masa depan.

Kamu akan dibawa pada narasi awal, bencana Chernobyl. Kota yang mulanya kosong dan ditinggalkan, kini kembali hijau dan dihuni banyak makhluk liar. Alam kembali menguasai ruang, jika kita memberi alam kesempatan.

David Attenborough A Life on Our Planet
David Attenborough: A Life on Our Planet/Imdb.com

Solusi-solusi yang ditawarkan menurut saya bukanlah normatif. Tapi sistemik dan global karena isu ini adalah isu global yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu bangsa atau negara. Salah satu yang saya benar-benar ingat adalah, kita harus bisa menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Apa alasannya?

Kesejahteraan ternyata membuat populasi sebuah bangsa menjadi terkendali. Orang yang sejahtera cenderung tidak ingin memiliki banyak keturunan. Mereka lebih bahagia, dan tingkat konsumsinya tidak berlebihan. Fenomena ini terlihat di banyak negara maju di Eropa, Asia Timur dan Amerika Utara.

Jika ingin membuat bumi kembali pulih dan sehat, kita perlu untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan di negara-negara miskin. Dengan begitu, populasi negaranya akan terkendali dan gaya hidupnya semakin membaik.

Ini adalah solusi yang tidak mustahil untuk dilaksanakan. Saya percaya pemerataan standar kesejahteraan bisa tercapai secara global.

Inspirasi Emosional

Berkat dokumenter ini pula, ingatanku tentang semangat untuk menginspirasi banyak orang untuk peduli dengan alam, kembali. Saya punya niatan untuk menjadi influencer lingkungan, bisnis berkelanjutan dan beretika selain juga tetap berkecimpung di bidang marketing.

Lalu berapa rating untuk dokumenter ini? Bagi saya saya akan memberi nilai sempurna 5/5 ⭐⭐⭐⭐⭐ untuk A Life on Our Planet. Mungkin penilaian ini terlalu sentimentil, tapi biarlah, karena dokumenter ini bukan hanya menjadi panggilan untuk saya tetapi juga untuk seluruh umat manusia. Kamu harus menonton dokumenter ini dan juga menyebarkannya ke semua orang yang kamu kenal.

Akhir kata, saya berharap apa yang disampaikan David bukan hanya berhenti menjadi sekadar karya dokumenter tetapi juga mempengaruhi kita para penonton untuk memperhatikan keberlangsungan alam dengan serius .

Kamu belum nonton? Segera nonton. Selamat menyaksikan.

Terima kasih.

Informasi lengkap A Life on Our Planet

Release Date: October 4, 2020 (USA)
Directors

  • Alastair Fothergill
  • Jonathan Hughes
  • Keith Scholey

Stars

  • David Attenborough
  • Max Hughes

Runtime: 1h 23min
Genres: Documentary, Biography
Motion Picture Rating (MPAA): PG (Parental Guidance)
Language: English

Share juga ke kawanmu ya. Terima Kasih!

Penulis konten yang punya latar belakang pendidikan bisnis. Sempat jadi jurnalis. Kemudian terobsesi dengan buku dan pengetahuan. Impian terbesarnya adalah membuat film dokumenter dan bikin perusahaan yang peduli keberlangsungan alam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *